BeritaKegiatan

Peringati Harlah Ke-7 Prodi PIAUD STAINU Purworejo dengan Webinar Nasional

Webinar Nasional merupakan kegiatan dalam rangka memperingati Harlah PIAUD STAINU Purworejo Yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Purworejo. Webinar ini dilaksanakan secara online atau Via Zoom Meeting yang diikuti oleh seluruh anggota Prodi PIAUD STAINU Purworejo. Kegiatan tersebut mengambil tema mendidik anak dengan cinta di era digital, Sabtu (08/04/2023)

Narasumber pada kesempatan ini yaitu Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd (Dosen PIAUD UIN Sunan Kalijaga), Siti Qurrotul Aini, Lc.M.Hum (Dosen UIN Jember), Inayah, M.Hum (Dosen UIN Walisongo), Najanuddin, M.Pd.I (Dosen STAINU Purworejo).

Anak itu anugrah, amanah, sosok yang fitrah. Didalam mendidik anak menjadi tugas berdua yaitu ayah dan ibu. Kewajiban seorang perempuan dan seorang laki-laki. Bekal orang tua dalam mengasuh seorang anak itu adanya rasa takut terhadap masa depan anak, untuk orang tua jangan terlalu pesimis, kita sebagai orang tua kita memohon kepada allah, dan berserah diri kepada allah dan orang tua selalu bersikap optimis untuk anak kita, selain rasa takut ada juga takwa terhadap allah, orang tua selalu membiasakan berbicara dengan perkataan yang benar (qaulan sadidan).

Nabi dalam interaksi dengan anak kecil, rasulullah selalu mendoakan kepada anak kecil dari situ kita sebagai orang tua harus mendoakan anak kita dengan doa yang baik-baik jangan pernah orang tua melontarkan perkataan-perkataan yang tidak baik dalam setiap doa kita didalam mendoakan seorang anak.

Dalam metode prophetic parenting menjelaskan bahwa ada point keteladanan, adab kebiasaan, pengawasan dan perhatian dengan ini anak perlu diberikan perhatian dari orang tua dan perlu pengawasan terhadap anak, memberikan hukuman atau penghargaan terhadap anak yang mana anak dalam suatu hal, selain itu anak juga perlu diberikan hukuman, dan nasehat, dalam memberikan nasehat orang tua melihat suasana anak, sebaiknya jangan  memberikan nasehat kepada anak dengan marah-marah nantinya nasehat itu tidak masuk keanak tetapi anak akan merasakan takut dan hal yang terpenting orangtua dalam memberikan nasehat dengan secara singkat dan makna nasehat diterima oleh anak.

Ada juga karakter dalam nilai-nilai pendidikan yaitu: religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demikratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Pendidikan karakter menurut lickona yang telah disampaikan pemateri mengandung tiga unsur pokok, yaitu mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (desiring the good), dan melakukan kebaikan (doing the good).

Di dalam propetic parenting mempunyai point spiritual, emosional, intelektual, sosial, fisik. Prinsip parenting mencakup prinsip ikatan dalam prinsip ini ada ikatan akidah yang berkaitan dengan islam dan iman, ikatan rohani berkaitan dengan jiwa luhur dan ikhlas jadi orang tua mengajarkan atau memberikan contoh sikap ikhlas, bagaimana seputasr ikhlas itu perlu di berikan kepada anak dan mulai diperkenalkan atau diajarkan tentang ibadah, al-quran, zikir, dan ibadah sunnah juga agar anak kebiasaan melakukan hal-hal yang positif dan baik untuk kedepannya, ikatan berfikir ini mencakup peraturan islam, ajaran al-quran hadis, illmu-ilmu syariah, sebagai orang tua anak diajarkan atau skedar diperkenalkan secara rutin agar anak kebiasan akan hal itu, mengajarkan al-quran seperti surah-surah pendek dan ilmu syariah yang mencakup usianya, ikatan sosial mencakup lingkungan dan etika sosial yang mana kita mendidik anak dari lingkungan yang baik-baik agar dalam berinteraksi terhadap lingkungan juga baik etika di dalam lingkungan juga baik walaupun masih dalam anak usia dini. Ikatan olahraga yang mencakup kekuatan , hiburan, semangat, anak juga butuh support dari orang tua yang nantinya menumbuhkan rasa semangat  anak.

Di dalam prinsip ini ada juga prinsip peringatan-peringatan seperti peringatan kemurtadan, kekufuran, permainan haram, taqlid buta, berteman dengan orang jahat, kerusakaan moral, dan melakukan sesuatu yang haram. Peringatan terhadap berteman dengan orang jahat jadi orangtua juga mendampingi anaknya dimanapun dan dalam kondisi apapun. Karena jika anak berteman dengan orang jahat maka antinya masa depan atau pergaulan ataupun sikap dari seorang anak ini akan berubah dan bisa jadi anak menjadi plin-plan dalam berbicara. Di peringatan terhadap dari melakukan sesuatu yang haram anak ini diberikan sedikit pengertian dari mana yang baik daan buruk dilakukan, karena ini bisa dijadikan edukasi untuk sang anak. Inti dari semua peringatan-peringatan berkaitan juga dengan orangtua yang mana harus mendidik anak dengan baik dan orangtua juga mencontohkan, mengenalkan, mengajari anak itu harus sesuai dengan usia sang anak dan juga harus baik dalam penyampaiannya.

Oleh M. Januar Isdiyantoro