Purworejo - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo mewisuda 66 wisudawan pada wisuda ke-32 yang digelar Sabtu (24/10/2026) di Ganeca Convention Hall. Acara yang mengusung tema “Rooted in NU, Rising Global” ini tidak hanya menjadi momen akademik, tetapi juga ajang silaturahmi seluruh lini Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purworejo.
Tema “Rooted in NU, Rising Global” dimaknai sebagai komitmen kampus untuk tetap berpijak kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi keilmuan, dan karakter ke-NU-an, sambil mendorong lulusan agar mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Akar ke-NU-an menjadi fondasi, sementara orientasi global menjadi arah pengembangan agar lulusan STAINU Purworejo tetap relevan di era kekinian tanpa kehilangan jati diri.
Sebanyak 66 wisudawan yang dilantik terdiri dari 43 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), 7 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan 16 mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) para wisudawan mencapai 3,63. Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), capaian ini termasuk dalam kategori cumlaude.
Wisudawan dengan masa studi tercepat sekaligus IPK tertinggi diraih Ana Afrouttohiriyah dari Program Studi PAI. Ia menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 5 bulan dengan IPK 3,92. Di urutan berikutnya, Bagas Efri Liandra dari Program Studi PGMI juga mencatatkan IPK 3,92, sementara Khodijatuzzahro dari Program Studi PIAUD meraih IPK 3,86.
Ketua STAINU Purworejo, Dr. H. Mustadin Taggala, S.Psi., M.Si., dalam sambutannya menekankan makna mendalam dari proses pendidikan yang dijalani para wisudawan.
“Mengingat satu ayat yang ingin saya sitir di dalam Al-Qur’an: hal yastawi alladzina ya’lamuna walladzina la ya’lamun. Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Allah bertanya pada posisi itu. Maka apa yang dicapai oleh para mahasiswa kita hari ini adalah satu pembuktian untuk menjawab pertanyaan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa proses pendidikan dan mencari ilmu itu adalah sebuah keharusan dan kewajiban,” ujar Mustadin.
Ia menambahkan, “Bahkan di hadis yang lain disebutkan bahwa menuntut ilmu wajib atas setiap muslim dan muslimat. Apa yang kita peroleh pada kesempatan hari ini adalah bagian dari mewujudkan jawaban atas pertanyaan Allah bahwa kita yang memiliki ilmu pengetahuan haruslah berbeda dengan orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan.”
Lebih lanjut, Mustadin mengajak hadirin merefleksikan sejarah panjang bangsa.
“Kalau kita merefleksi, ratusan tahun yang lalu konon kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Itu menjadi pelajaran bahwa tanpa ilmu dan kesadaran, suatu bangsa akan mudah dikuasai. Karena itu, lulusan STAINU harus menjadi generasi yang berilmu, berakar kuat di NU, dan siap bangkit di level global,” jelasnya.
Acara wisuda dihadiri sejumlah tokoh penting lintas lini NU dan pemerintahan. Di antaranya KH. R. Dawud Masykuri (Rois Syuriah PCNU Kabupaten Purworejo), Dr. H. Farid Fakhrudin Saenong, M.A., Ph.D. (Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi, Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama), H. Wibowo Prasetyo (Anggota DPR RI Komisi VIII yang membidangi Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak), serta perwakilan Bupati Purworejo Ahmad Jaenudin, S.Ip., M.M.Turut hadir Prof. Dr. Musahadi, M.Ag. (Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah sekaligus Rektor UIN Walisongo Semarang), K.H. Muhammad Haekal, S.Pd.I. (Ketua PCNU Purworejo), pimpinan BPP STAINU Purworejo, serta wali wisudawan dan wisudawati.Kehadiran para tokoh dari struktural NU, kampus, dan pemerintahan menjadikan wisuda ke-32 ini momentum silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan seluruh elemen NU di Purworejo. Acara ini memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis NU sekaligus menghasilkan generasi muda yang berilmu dan berakhlak.

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang unggul dalam IPTEKS dan Ilmu Keislaman yang berwawasan Kebangsaan pada tahun 2025