Kegiatan penerjunan dan serah terima mahasiswa magang Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Purworejo dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026 pukul 09.30 WIB di RA Banatul Masyithoh Pituruh. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen pembimbing magang, Bapak Yulianto, M.Sn, bersama empat mahasiswa magang, yaitu Dini Rahmawati, Valinski Fatasya , Suprihatin, dan Nur Afni Salsabilah.
Rombongan berangkat secara bersama-sama menuju lokasi magang. Setibanya di RA Banatul Masyithoh Pituruh, kegiatan pembelajaran masih berlangsung sehingga rombongan langsung diarahkan menuju ruang kepala sekolah. Kehadiran dosen pembimbing beserta mahasiswa disambut dengan hangat oleh Kepala RA Banatul Masyithoh Pituruh, Ibu Watinah, S.Pd yang menerima rombongan dengan penuh keramahan dan antusias.
Pertemuan diawali dengan perbincangan ringan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus membangun komunikasi awal antara pihak kampus dan pihak sekolah. Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan menjadi awal yang baik sebelum memasuki agenda utama kegiatan.
Selanjutnya, Bapak Yulianto, M.Sn secara resmi menyerahkan mahasiswa magang kepada Ibu Watinah, S.Pd selaku Kepala RA Banatul Masyithoh Pituruh sebagai tanda dimulainya pelaksanaan program magang. Prosesi tersebut menjadi simbol terjalinnya kerja sama antara Program Studi PIAUD STAINU Purworejo dengan RA Banatul Masyithoh Pituruh dalam mendukung pelaksanaan praktik lapangan mahasiswa.
Setelah prosesi penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai profil lembaga, gambaran umum pelaksanaan magang, serta harapan pihak sekolah terhadap mahasiswa selama menjalankan praktik lapangan. Diskusi berlangsung secara komunikatif sehingga memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai karakteristik lembaga, budaya kerja, serta tanggung jawab yang akan diemban selama masa magang.
Di tengah berlangsungnya diskusi, Bapak Yulianto, M.Sn memohon izin kepada mahasiswa untuk melakukan koordinasi secara khusus bersama Ibu kepala RA selama kurang lebih lima menit guna membahas beberapa hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan magang. Pada waktu yang bersamaan, mahasiswa didampingi oleh salah satu guru RA Banatul untuk melaksanakan observasi awal lingkungan sekolah.
Observasi dilakukan dengan mengunjungi beberapa ruang kelas, mengamati sarana dan prasarana, mengenali tata letak lingkungan belajar, serta menyapa para pendidik yang masih berada di lingkungan sekolah. Pada saat observasi berlangsung, sebagian besar peserta didik telah menyelesaikan kegiatan pembelajaran sehingga mahasiswa dapat melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan belajar secara lebih leluasa.
Berdasarkan hasil observasi, diperoleh informasi bahwa RA Banatul Masyithoh Pituruh memiliki 169 peserta didik yang didukung oleh 21 orang pendidik dan tenaga kependidikan. Penataan ruang belajar dibedakan berdasarkan kelompok usia. Kelompok A menempati bangunan bagian depan yang terdiri atas empat rombongan belajar, yaitu A1, A2, A3, dan A4. Ruang kelas disusun secara berpasangan, di mana dua ruang kelas dipisahkan oleh sekat dan dihubungkan dengan sebuah pintu penghubung. Penataan tersebut memberikan fleksibilitas bagi guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran maupun melakukan koordinasi antarkelas apabila diperlukan.
Sementara itu, Kelompok B menempati bangunan bagian belakang yang terdiri atas lima rombongan belajar. Pembagian lokasi antara Kelompok A dan Kelompok B menunjukkan pengelolaan lingkungan belajar yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik pada setiap jenjang usia.
Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa setiap ruang kelas telah dilengkapi dengan berbagai media visual dan gambar edukatif yang dipasang pada dinding kelas sebagai sarana pendukung pembelajaran. Keberadaan media tersebut menciptakan lingkungan belajar yang menarik serta memberikan stimulasi visual bagi perkembangan anak usia dini.
Selain ruang kelas, lembaga memiliki satu area bermain luar (outdoor) yang dilengkapi dengan berbagai Alat Permainan Edukatif (APE). Seluruh APE ditempatkan pada satu lokasi sehingga memudahkan guru dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas bermain peserta didik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan bermain yang aman dan terorganisasi.
Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kegiatan senam sebagai salah satu kegiatan rutin di RA Banatul Masyithoh Pituruh. Kegiatan senam untuk Kelompok A dilaksanakan di halaman depan sekolah, sedangkan Kelompok B melaksanakan kegiatan senam di halaman belakang. Pembagian lokasi tersebut menunjukkan adanya pengaturan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan ruang gerak peserta didik sehingga aktivitas dapat berlangsung secara tertib dan kondusif.
Setelah kegiatan observasi selesai, mahasiswa kembali menuju ruang kepala sekolah untuk bergabung dengan dosen pembimbing dan Kepala RA. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan perbincangan singkat sebagai penutup sekaligus mempererat hubungan baik antara pihak kampus dan pihak sekolah sebelum mengakhiri rangkaian kegiatan.
Sebagai penutup, seluruh peserta melaksanakan sesi dokumentasi melalui kegiatan foto bersama yang diikuti oleh dosen pembimbing, Kepala RA Banatul Masyithoh Pituruh, dan mahasiswa magang. Setelah seluruh agenda selesai dilaksanakan, rombongan berpamitan kepada Kepala RA beserta seluruh dewan guru.
Secara umum, hasil observasi awal memberikan gambaran bahwa RA Banatul Masyithoh Pituruh memiliki pengelolaan lingkungan belajar yang tertata dengan baik, mulai dari pembagian ruang kelas sesuai kelompok usia, penyediaan media pembelajaran yang mendukung stimulasi anak, hingga penataan area bermain luar dan pelaksanaan kegiatan fisik secara terstruktur. Kondisi tersebut menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam memahami karakteristik lembaga sebagai tempat pelaksanaan magang.
Kegiatan penerjunan dan serah terima ini menjadi langkah awal pelaksanaan program magang mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Purworejo di RA Banatul Masyithoh Pituruh. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran awal mengenai lingkungan belajar, budaya kerja, serta karakteristik lembaga yang akan menjadi tempat pelaksanaan magang. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik profesional, serta melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan magang secara optimal.

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang unggul dalam IPTEKS dan Ilmu Keislaman yang berwawasan Kebangsaan pada tahun 2025