PURWOREJO – Suasana penuh keceriaan menyelimuti RA Masyithoh Sutoragan, Kabupaten Purworejo, saat mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) STAINU Purworejo menggelar kegiatan Dolanan Santri Cilik pada Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dikemas melalui pengalaman bermain dan belajar bagi anak usia dini.
Sebanyak 70 anak mengikuti kegiatan dengan mencoba berbagai permainan tradisional yang telah disiapkan. Kegiatan tersebut menghadirkan suasana belajar yang berbeda dari aktivitas pembelajaran sehari-hari. Anak-anak memperoleh kesempatan untuk mengenal kembali permainan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, sekaligus merasakan keseruan bermain bersama teman sebaya.
Kegiatan dibuka oleh dosen pendamping, Nurjanah, S.Sos.I., M.Pd. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PPL STAINU Purworejo berkolaborasi dengan guru RA Masyithoh Sutoragan untuk mendampingi anak-anak selama mengikuti permainan. Pendampingan dilakukan dengan menyesuaikan aktivitas terhadap kemampuan dan perkembangan anak.
Berbagai permainan tradisional diperkenalkan, mulai dari dakon, engklek, lompat karet, hompimpa, cublak-cublak suweng, gangsingan bluluk, hingga egrang batok. Anak-anak mengikuti kegiatan secara bergantian dengan penuh antusias. Interaksi yang terbangun selama permainan turut menghadirkan pengalaman belajar mengenai aturan, kesabaran, ketangkasan, dan kebersamaan.
Tidak hanya berfokus pada permainan, kegiatan ini juga menghadirkan penggunaan bahasa Jawa dalam komunikasi sehari-hari selama aktivitas berlangsung. Mahasiswa PPL dan guru memanfaatkan bahasa daerah ketika memberikan petunjuk maupun menjelaskan cara bermain. Hal tersebut menjadikan pengenalan budaya tidak terbatas pada bentuk permainan, tetapi juga melalui bahasa yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Dolanan tradisional memiliki ruang tersendiri dalam pembelajaran anak usia dini. Melalui aktivitas bermain, anak dapat memperoleh pengalaman secara langsung tanpa harus selalu berhadapan dengan pembelajaran yang bersifat formal. Permainan yang dilakukan bersama juga memberikan kesempatan bagi anak untuk membangun hubungan sosial dan mengenal nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan budaya mereka.
Peringatan Hari Santri Nasional melalui kegiatan Dolanan Santri Cilik turut memperlihatkan bahwa semangat santri dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan pendidikan. Pelestarian budaya, penguatan karakter, serta pembiasaan sikap positif menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kebangsaan sejak usia dini.
Mahasiswa PPL STAINU Purworejo bersama RA Masyithoh Sutoragan berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi anak-anak. Permainan tradisional diharapkan tetap menjadi bagian dari dunia bermain anak, sehingga warisan budaya Nusantara dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Penulis: Eka Setyaningsih

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang unggul dalam IPTEKS dan Ilmu Keislaman yang berwawasan Kebangsaan pada tahun 2025